Merebaknya virus corona Covid-19 membuat China kehilangan lebih dari 1,3 triliun yuan (USD 196 miliar setara Rp2.685 triliun) dalam dua bulan pertama 2020. Kondisi ini akibat penurunan besar pada sektor konsumsi dan pariwisata, menurut mantan Eksekutif Senior IMF.
Melansir South China Morning Post, Deputi Managing Director IMF periode 2011 sampai 2016, Zhu Min mengatakan, Covid-19 membuat industri pariwisata kehilangan sekitar 900 miliar yuan (USD 128 miliar setara Rp 1.753 triliun) pada bulan Januari dan Februari dibandingkan dengan tahun lalu.
Sementara pengeluaran konsumen pada makanan dan minuman turun sekitar 420 miliar yuan (USD 59,7 miliar setara Rp817,8 triliun).
Dari sinilah, total kehilangan China dari sisi ekonomi imbas Virus Corona selama dua bulan diprediksi mencapai 1,3 triliun yuan atau setara Rp2.685 triliun.
Meski belanja online terutama untuk layanan pendidikan dan masih bisa mengimbangi kerugian tersebut.
Tetapi dengan maraknya Virus Corona di China, banyak pemerintah daerah enggan untuk membuka fasilitas umum seperti bioskop dan restoran untuk beroperasional kembali.
Prediksi suram Zhu ini, ternyata belum memasukkan angka penjualan dari sektor otomotif yang jatuh 20,5 persen pada Januari tahun ini. Ini merupakan penurunan bulanan terbesar dalam 15 tahun, menurut angka dari China Passenger Car Association.
Presiden China, Xi Jinping meminta kepada warganya untuk kembali bekerja. Seruan tersebut dikeluarkan saat negara terus berjuang dengan wabah virus corona.
"Ini adalah krisis sekaligus ujian besar bagi kami," kata Xi Jinping seperti dikutip dari CNBC, Senin (24/2).
Xi Jinping mengatakan, pemerintah China terus berupaya untuk kesembuhan warga yang terjangkit corona, mengurangi angka kematian, menjaga stabilitas sosial, dan memperkuat pasokan medis China dan kebutuhan sehari-hari.
Sejak akhir Januari, negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu telah menutup pabrik, bisnis dan sekolah sebagai upaya untuk membatasi penyebaran virus corona yang telah menewaskan hampir 2.600 jiwa.
Xi Jinping juga mengungkapkan dampak epidemi pada pembangunan ekonomi dan sosial China bersifat sementara dan umumnya dapat dikelola, namun hal tersebut tetap akan memukul perekonomian China secara signifikan dalam jangka pendek.
Dalam pidatonya, Xi Jinping membuat seruan agar bisnis kembali berjalan dan menekankan pada kelanjutan yang tertib, dengan masing-masing daerah mengadopsi pendekatan yang tepat berdasarkan risiko kesehatan setempat.
Pejabat Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China mengatakan pada hari Senin (24/2), bahwa dampak virus corona terhadap ekonomi cukup besar dan dampaknya terhadap lapangan kerja juga tidak kecil.
China juga akan meluncurkan kebijakan fiskal dan moneter proaktif, serta langkah-langkah yang ditargetkan untuk dapat membantu perusahaan.
Peoples Bank of China mengatakan Jumat (21/2) lalu, bahwa pihaknya dapat menyesuaikan suku bunga deposito acuan, hal tersebut tidak lain adalah sebagai upaya untuk mendukung perekonomian China.
dikutip dati artikel
Ekonomi China Merana Akibat Virus Corona
Reporter : Danar Jatikusumo
Sumber: Liputan6.com
web : https://www.merdeka.com/uang/ekonomi-china-merana-akibat-virus-corona.html
Ingin memahami seluk beluk pasar forex dan meningkatkan pengetahuan tentang trading mata uang? Jika ya, Anda berada di tempat yang tepat. Forex Market Pedia adalah sumber informasi terpercaya yang didedikasikan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pasar forex kepada para trader, baik yang baru memulai maupun yang sudah berpengalaman. Kami menyediakan artikel dan panduan terperinci yang mencakup berbagai aspek pasar forex. Mulai dari dasar-dasar forex hingga strategi trading yang kompleks.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Teknik Divergence Trading
kali ini mari kita bahas lebih detil tentang divergence trading ini. Apa sih sebenernya divergence trading? Pada dasarnya, divergence tradi...
-
TRIK VALAS MERAIH 100 PIPS DALAM SEKEJAP NON FARM PAYROLL (NFP), Non Farm PayRoll (NFP) Adalah Berita Nomor Satu yang Paling Powerful d...
-
Selain grafik garis untuk menunjukkan harga, para investor juga banyak yang menggunakan Candlestick chart. Jenis chart ini ditemukan pedag...
-
Merebaknya virus corona Covid-19 membuat China kehilangan lebih dari 1,3 triliun yuan (USD 196 miliar setara Rp2.685 triliun) dalam dua b...




Tidak ada komentar:
Posting Komentar