Selasa, 25 Februari 2020

FUNGSI PSIKOLOGI PASAR BAGI TRADER


Psikologi Pasar apa gunanya Bagi para Trader Forex..?

Apa yang ada dalam benak Anda ketika memperhatikan pergerakan harga di pasar forex?
Trader pemula umumnya melihat pergerakan harga sesuai dengan apa yang nampak saja, yaitu naik dan turun. Namun, trader berpengalaman dapat menangkap informasi lebih dari itu, baik dengan memanfaatkan indikator teknikal tertentu maupun sekedar melihat grafik Candlestick.

Mereka tak hanya melihat harga naik-turun, tetapi juga bisa memahami mengapa hal itu terjadi, mampu membaca bagaimana kekuatan buyer-seller dan sentimen yang menggerakkannya. Inilah Psikologi Pasar yang perlu dipahami oleh semua trader forex, tak peduli apakah Anda trading dengan berbasis analisis teknikal ataupun fundamental. 


Apa Itu Psikologi Pasar?

Psikologi Pasar adalah upaya trader untuk mengetahui emosi yang dirasakan oleh mayoritas pelaku pasar global dalam kurun waktu tertentu, sehingga melahirkan sentimen pasar yang menggerakkan harga ke satu sisi tertentu atau menyebabkan harga tak bergerak sama sekali (stabil).

Contohnya, ketika krisis keuangan pecah, maka para pelaku pasar spontan akan merasa takut, khawatir, dan gelisah kalau-kalau nilai aset-aset investasinya bakal jatuh. Akibatnya, mereka semua ramai-ramai melakukan aksi jual yang kemudian berdampak pada makin parahnya kejatuhan harga aset di pasar finansial. Hal ini sudah berulangkali terjadi, baik saat krisis finansial 1997/1998, krisis Subprime Mortgage yang ditandai dengan kebangkrutan Lehman Brothers, maupun lainnya.


Contoh lagi, ketika Presiden Donald Trump menyatakan akan memangkas pajak perusahaan saat ia baru dilantik menjadi presiden ke-45 di Amerika Serikat, maka pelaku pasar merasa senang dan cenderung serakah, sehingga melahirkan sentimen bullish. Demi mendapatkan keuntungan besar secepatnya, banyak investor langsung membeli saham-saham Amerika Serikat dengan harapan profitabilitas korporasi AS bakal meroket, sehingga indeks saham AS seperti Dow Jones dan S&P500 langsung melesat tinggi. ternyata pemangkasan pajak yang diumumkan tak sebaik ekspektasi, sehingga pelaku pasar merasa kecewa dan menyesal, melakukan aksi jual, lalu harga-harga saham AS jatuh lagi.

Rasa takut, khawatir, senang, serakah, pengharapan berlebihan, berikut kecewa dan menyesal; merupakan bagian dari emosi-emosi yang perlu dikendalikan agar tak menghancurkan aktivitas trading kita. Namun demikian, pelaku pasar seringkali mau tak mau bertindak berdasarkan perasaan-perasaan tersebut.


Dua Golongan Pelaku Pasar Forex Dan Tindakan Mereka Sebelum menelaah lebih lanjut mengenai Psikologi Pasar, terlebih dahulu kita harus mengenal para pelaku pasar forex dan pola pikir yang mendasari tindakan mereka. Kita mengetahui bahwa pelaku pasar forex berasal dari berbagai kalangan, termasuk Pemerintah, Bank dan Institusi Keuangan, Perusahaan Multinasional, Spekulan, Broker, dan trader forex kecil seperti kita.

Secara umum, semua pelaku pasar itu dapat dibagi menjadi dua:

1.Trader Komersil (Commercial Traders), yaitu lembaga atau individual yang bertransaksi di bursa berjangka dalam rangka lindung nilai (hedging) atau mewakili kepentingan bisnis tertentu. Contohnya Manajer Investasi yang mengelola portofolio orang lain (Reksadana), bank yang mendapatkan instruksi dari perusahaan minyak, dan lain sebagainya. Trader Komersil biasanya lebih optimis ketimbang trader non-komersil, sehingga cenderung mudah bullish.

2.Trader Non-Komersil atau Spekulan (Non-Commercial Traders), yaitu lembaga atau individual yang bertransaksi semata-mata untuk mendapatkan keuntungan dari naik-turunnya harga. Berkebalikan dengan trader komersil, golongan ini cenderung lebih pesimis, sehingga mudah berbalik bearish.


Dari perspektif analisis fundamental, pergerakan harga di pasar forex ditentukan oleh reaksi jutaan trader dari kedua golongan itu terhadap data-data ekonomi, situasi ekonomi-politik tertentu, konflik militer, dan lain sebagainya. Umpamanya apabila dikabarkan bahwa terjadi perang lagi di Timur Tengah, maka para trader komersil tentu akan langsung memodifikasi posisi trading mereka atas minyak. Perubahan itu dapat diikuti oleh trader non-komersil, sehingga pergerakan harga minyak makin tajam.

Sedangkan dari perspektif analisis teknikal, karena trader komersil maupun non-komersil tentu memanfaatkan pula indikator teknikal dan perangkat analisis lainnya, maka pasar bakal bereaksi pada titik-titik tertentu. Misalnya ketika harga bergerak dekat pada level-level psikologis tertentu atau garis Moving Average 200-Day yang dianggap sebagai batas Support-Resistance penting.

Sebagai trader forex kecil-kecilan kita tergolong spekulan, tetapi kapital kita jauh lebih kecil dibanding spekulan kawakan lainnya yang bermain di pasar. Kita tak bisa mendikte pasar maupun menentukan pergerakan harga. Agar tak terperangkap oleh gejolak pasar yang seringkali hanya sementara, trader forex harus memahami Psikologi Pasar. Tidak peduli apakah Anda menganut analisis teknikal maupun fundamental, pada intinya Anda perlu memahami apa yang sedang terjadi di market.


Dikutip dari seputarforex.com

Judul: Memahami Psikologi Pasar Bagi Trader Forex
penulis:  Greenpips 
Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.
https://www.seputarforex.com/artikel/memahami-psikologi-pasar-bagi-trader-forex-62152-31

Tidak ada komentar:

Teknik Divergence Trading

kali ini mari kita bahas lebih detil tentang divergence trading ini. Apa sih sebenernya divergence trading?  Pada dasarnya, divergence tradi...