Jumat, 07 Februari 2020

STOCHASTIC OSCILLATOR


Stochastic dikembangkan oleh George C. Lane di akhir 1950-an.

Stochastic Oscillator adalah indikator yang menunjukkan lokasi harga penutupan terakhir dibandingkan dengan range harga terendah/tertinggi selama periode waktu tertentu.


Ada tiga macam tipe Stochastic Oscillators: Fast, Slow, dan Full.
Biasanya yang paling sering dipakai adalah Stochastic Fast and Slow.
Namun kebanyakan trader lebih menyukai Stochastic Slow karena lebih mudah dibaca.


Gambar Stochastic Oscillators

Sekarang kita hanya akan membahas tentang Stochastic Slow. Ada tiga parameter yang ada di Stochastic Slow, yaitu %K period, %D period, dan Slowing. Nilai standar masing-masing parameter tersebut adalah 5, 3, dan 3.

Cara penggunaan Stochastic Slow cukup mudah. Ada dua prinsip yang perlu diketahui:

1.Stochastic di atas 80 dikatakan overbought (kemungkinan akan terjadi perubahantren menjadi bearish). Nilai Stochastic di atas 20 dikatakan oversold (kemungkinan akan terjadi perubahan trend menjadi bullish).
Perlu diingat bahwa sinyal ini kadang tidak 100% tepat. Suatu mata uang harganya sudah overbought, dan nilai Stochastic sudah di atas 80, kemungkinan masih bisa naik lagi. Demikian juga sebaliknya.

2. Sinyal beli dan jual juga bisa dilihat dari garis %K dan %D. Jika %K memotong %D ke atas, berarti sinyal beli. Sedangkan bila %K memotong %D ke bawah berarti sinyal jual.
Perlu dingat bahwa Stochastic merupakan indikator yang sangat sensitif. Karena sifatnya ini, indikator ini populer di kalangan trader, namun tidak cocok untuk investor, atau trader yang memiliki time horizon panjang.


Gambar Stochastic Slow

Tidak ada komentar:

Teknik Divergence Trading

kali ini mari kita bahas lebih detil tentang divergence trading ini. Apa sih sebenernya divergence trading?  Pada dasarnya, divergence tradi...