Jumat, 28 Februari 2020

APA BEDA VIRTUAL DAN REAL TRADING

Apa sih sebenernya beda trading dengan virtual dengan trading dengan Real ? 

Kalau pertanyaan tersebut diajukan ke beberapa trader, jawabannya bisa jadi  sangat beragam.

“kalo pake virtual, biasanya ijo.. begitu pake Real, dapet merah....”  

“trading dengan virtual gak ada gregetnya, kalo pake Real lebih asyik… soalnya pake deg-degan segala”

“trading pake virtual kalau MC tinggal minta lagi ke support atau buka account lagi, kalo Real mesti kan mesti deposit lagi tuh…”

kalau boleh saya simpulkan di sini intinya adalah ada pada perbedaan “perasaan” kita dalam memperlakukan uang virtual dengan uang beneran (real), yang akhirnya akan membedakan pengambilan keputusan kita dalam bertrading.


lalu apa gunanya kita berlatih dengan virtual? 

Berlatih dengan virtual terlebih dahulu sebelum terjun ke live forex pada dasarnya sangat diperlukan bagi “calon” trader, terutama untuk berlatih memahami market, memahami indikator dan hal-hal teknis lainnya. Masalahnya, banyak trader baru yang merasa kurang sabar berlatih menggunakan virtual account. Mereka langsung terjun ke live account karena menganggap berlatih dengan virtual account tidak banyak manfaatnya.


Mereka berpendapat, “kalau profit malahan cuma bikin ngiler doang, gak bisa di WD” Wew… kalo ada temen trader yang bilang githu, saya biasanya akan balikin pernyataannya, “lah iya kalo pas profit, kalo pas loss atau malahan MC gimana?” Iya sih, saya bisa ngerti banget kalo mereka pada awalnya biasanya kurang sabar untuk berlatih dengan virtual account. Biasanya sih setelah menguasai “sekedar” cara buy/sell, mereka langsung coba pake live.

Terus terang saya sendiri juga  baru beberapa hari berlatih dengan virtual, udah gatel langsung pakai live. Hasilnya? MC dalam waktu kurang lebih seminggu. Barulah setelah ngerasain MC, saya sadar kalo ternyata kemampuan analisis saya masih sangat jauh dari lumayan. Yah, akhirnya balik lagi deh, ke virtual account.

Ada beberapa tips dari temen-temen trader senior sehubungan dengan berlatih menggunakan virtual account ini. Antara lain, gunakan jumlah uang virtual kita hanya sebanyak rencana deposit kita nanti. Kalo misalnya kita nanti merencanakan deposit sebesar $1000, ya gunakan uang virtual hanya sejumlah itu. Maksudnya supaya selain kita belajar analisis, kita juga sekalian belajar memanage margin.

Banyak temen trader yang jagoan di virtual tapi “keok” di live. Ini banyak disebabkan  karena saat menggunakan virtual, cenderung tidak ada keterbatasan margin. Biasanya, broker memberikan uang virtual dalam jumlah yang relatif banyak sehingga kalaupun kita membiarkan satu posisi terfloating, margin yang ada akan cukup menahan floating sampai ratusan bahkan mungkin ribuan pips. Nah, begitu terjun ke live dengan jumlah deposit yang lebih sedikit, kebiasaan membiarkan posisi terfloating ini kalo masih dipertahankan ya tentunya akan cepet mengundang MC.

Saran yang lainnya, pada saat kita belajar dengan virtual account, gunakan leverage seperti saat kita nanti menggunakannya di live account. Maksudnya supaya pada saat terjun ke live account, kita juga sudah terbiasa dengan leverage tersebut. Jadi kalo kita nanti akan menggunakan leverage 1:500 di live account, ya berlatihlah dengan leverage sebesar itu pula di virtual.


Ada satu tips tambahan lagi, yaitu: perlakukan uang virtual seperti halnya kita memperlakukan uang beneran. Nah, ini yang susah menurut saya. Bagaimanapun jelas beda sih. Lah, uang virtual kan gratis dan gak bisa di WD, jadi kecenderungan, kita kurang "menghargai". Bahkan kalopun ilang ya gak ada perasaan menyesal sama sekali.

Sehubungan dengan tips terakhir ini, ada seorang temen yang malahan bilang sebaliknya. Dia bilang, justru harusnya kita perlakukan uang live seperti kita memperlakukan uang virtual, supaya kita trading tanpa beban.

jadi yang bener yang mana nih? Perlakukan virtual seperti live, atau perlakukan live seperti virtual? Yah, kalo saya sarankan perlakukan sama aja Saat kita belajar pake virtual, perlakukan seperti halnya itu uang beneran. Saat kita pake uang beneran, perlakukan seperti sama saat kita belajar pake virtual. Jadi kita gak grogi githulah. Kalo perlu, gak usah dipikirin lah kalo yang kita tradingkan itu virtual atau live.


dikutip dari tulisan Greenpips
Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.
Baca selengkapnya di: https://www.seputarforex.com/artikel/virtual-vs-live-62147-31

Tidak ada komentar:

Teknik Divergence Trading

kali ini mari kita bahas lebih detil tentang divergence trading ini. Apa sih sebenernya divergence trading?  Pada dasarnya, divergence tradi...